“Faces of War” Portraits mural, Montpellier.July 2021

Faces of War portraits

[English] “Faces of War

On July 10, in Montpellier, I pasted a mural of eight faces of war on a wall 28 meters wide and 2.5 meters high. Accompanying the portraits, my phrase “In times of war, even the smallest voices, calling for peace, can save lives.”

A big thank you to Françoise and her wonderful husband Philippe, who were very supportive and helped to make this work possible, and to the artist Fanny Gillequin
A special thanks to Caroline Malatrait.

Continue reading ““Faces of War” Portraits mural, Montpellier.July 2021″

Di Tengah Konflik Perang Yaman, Duo Street Artist Serukan Perdamaian\ On the Indonesian website “detik HOT”

 

 

Di Tengah Konflik Perang Yaman, Duo Street Artist Serukan Perdamaian

Rabu, 29 Mar 2017 10:31 WIB  ·   Tia Agnes – detikHOT

Jakarta – Perang saudara Yaman terus berkecamuk sejak Maret 2015 silam. Kondisi konflik berkepanjangan, membuat street artist Murad Subay yang dikenal sebagai Banksy-nya Yaman untuk menciptakan festival street art antara Yaman dan Inggris.

Dia menggandeng seniman Inggris bernama Lisa-Marie Gibbs untuk membuat peristiwa seni jalanan yang bersejarah. Sekaligus tak terlupakan di dua negara tersebut.

“Pesan dari festival ini adalah membawa pesan perdamaian. Kami sama-sama memprotes dengan cara yang artsy dan tidak membayakan siapapun,” tutur Murad Subay, dikutip dari BBC, Rabu (29/3/2017).

Simak: Gelar Pameran Bersama, Aliansyah Caniago dan Boo Ji Hyun Eksplorasi Jakarta

Di Tengah Konflik Perang Yaman, Duo <i>Street Artist</i> Serukan Perdamaian Foto: Istimewa



Di Inggris, Lisa-Marie Gibbs membuat festival serupa. Dia mengajak anak-anak kecil dan warga sipil untuk menggambar dan membawa pesan perdamaian terhadap konflik berkepanjangan Yaman.

“Murad Subay mengundang saya dan kami membuat kolaborasi dua negara ini. Simbol kupu-kupu kami gunakan untuk menjelaskan aksi kecil bisa berdampak luar biasa bagi sejarah bangsa Yaman. Baik di Inggris dan Sanaa Yaman kami membawa pesan yang sama,” tutur Lisa-Marie.

Lewat seni pula, lanjut dia, seni bisa membawa pesan yang sulit tersampaikan menjadi lebih muda. “Kami berharap orang-orang bisa menerima pesan ini dan menyebarluaskannya pada masyarakat,” pungkasnya lagi.